Pages

Showing posts with label Space. Show all posts
Showing posts with label Space. Show all posts

Thursday, March 24, 2011

2019 manusia mendarat di asteroid

VIVAnews - Sebuah pesawat NASA yang direncanakan menjadi kendaraan antar jemput ke stasiun ruang angkasa internasional (international space station - ISS) dipamerkan hari ini.

Seperti halnya pesawat biasa, pesawat komersial ini nantinya akan mengangkut para astronot yang ingin berkunjung ke stasiun ruang angkasa pulang pergi.

Pesawat itu bernama Orion. Ia akan beroperasi secara komersial setelah projek senilai US$100 miliar (setara Rp870 triliun) ini ditandatangani oleh Presiden AS Barack Obama. Jika berhasil, ISS bisa menjadi opsi tempat persinggahan baru bagi manusia saat berlibur.

Di sela pameran pesawat tersebut hari ini, NASA juga mengutarakan harapannya kalau pesawat ruang angkasa tersebut juga dapat menjalankan misi jangka panjang untuk meneliti asteroid setidaknya mulai tahun 2019. Menuju ke sana, sementara ini Orion hanya akan mendukung misi perjalanan ke ISS yang berada di atas orbit Bumi.

Untuk memfasilitasi ini, seorang ahli desain bernama Lockheed Martin membangun area ujicoba yang sangat besar di Waterton Canyon, Denver Selatan, di mana Orion bisa berlatih manuver.

Sekadar diketahui, Lockheed Martin ditunjuk sebagai kontraktor utama NASA untuk proyek Orion. Perusahaan itu mengaku telah merogoh kocek sebesar US$35 juta (setara Rp304 miliar) untuk membangun fasilitas uji coba seluas 41.000 meter persegi. Fasilitas ini disebutnya Space Operations Simulation Center.

Sejatinya, Orion merupakan bagian dari misi ke bulan yang disetujui mantan Presiden AS George W Bush senilai US$100 miliar (setara Rp870 trilun). Misi itu bernama Constellation.

Namun, tahun lalu, Presiden AS Barack Obama membatalkan misi tersebut. Pasalnya, menurut Obama, program luar angkasa tidak hanya berfokus pada teknologi roket yang lebih canggih.

Selang dua bulan, Orion kembali dioperasikan. Tidak untuk melanjutkan misi yang sama, tetapi sebagai kendaraan lepas menuju stasiun ruang angkasa.

NASA kabarnya sedang mempertimbangkan untuk menambah setidaknya dua pesawat ruang angkasa lagi yang didesain terbang rendah di orbit Bumi untuk melayani jasa antar jemput ke stasiun ruang angkasa. Misi jangka panjangnya adalah untuk mendaratkan manusia ke asteroid di ruang angkasa.

Penerbangan antariksa pertama Orion diharapkan mulai tahun 2013. Sementara, misinya untuk mendaratkan manusia di atas asteroid dengan dua pesawat baru lainnya akan dimulai enam tahun kemudian. (sj)

 

• VIVAnews

Monday, February 28, 2011

2030, Manusia Butuh 2 Planet Bumi

VIVAnews - Laporan The Living Planet Report edisi 2010 menyebutkan bahwa populasi spesies tropis di planet Bumi menurun drastis, sementara kebutuhan manusia atas sumber daya alam meroket. Pada laporan tersebut disimpulkan, saat ini kita menggunakan sumber daya alam 50 persen lebih besar dibanding yang bisa dipasok Bumi.

Jika tren ini berlanjut, menurut laporan tersebut, manusia yang jumlahnya kini mencapai 6,8 miliar membutuhkan dua planet Bumi untuk menunjang hidupnya di tahun 2030 mendatang.

Mencari planet serupa Bumi tentu sulit dilakukan, untuk itu, menurut peneliti WWF yang menyusun laporan tersebut, kita perlu melakukan sesuatu untuk mengatasi hal ini.

“Bahkan dengan proyeksi terendah sekalipun untuk pertumbuhan populasi, konsumsi, dan perubahan cuaca, di tahun 2030, perlu ada dua Bumi untuk menyerap CO2 yang dihasilkan manusia dan menyediakan sumber daya alam untuk dikonsumsi,” kata Jim Leape, Director General of WWF, seperti dikutip dari USA Today, 15 Oktober 2010.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa manusia bahkan butuh empat setengah planet serupa Bumi jika seluruh umat manusia mengonsumsi sumber daya sebanyak konsumsi rata-rata orang Amerika.

“Tantangan yang dituangkan pada Living Planet Report sudah jelas. Bagimanapun, kita perlu mencari cara untuk memenuhi tumbuhnya populasi yang semakin sejahtera ini dengan sumber daya yang ada di planet ini,” ucap Leape.

Laporan the Living Planet Report tersebut dirilis menjelang pertemuan United Nations Convention on Biological Diversity di Nagoya, Jepang pada 18 Oktober mendatang. Pada pertemuan tersebut akan dibahas permasalahan tentang pesatnya jumlah spesies yang punah.

Sunday, February 20, 2011

FOTO: Bintang Baru Lahir di Galaksi Tetangga

VIVAnews - Teleskop ruang angkasa Hubble kembali menangkap gambar fantastis. Kali ini, gambar yang ditangkap tidak berada di galaksi tata surya melainkan galaksi tetangga kita, NGC 2841. Galaksi ini merupakan salah satu galaksi terdekat yang sengaja dipilih untuk meneliti pembentukan bintang.

Foto menakjubkan yang baru dirilis oleh badan ruang angkasa NASA itu memperlihatkan sebuah galaksi besar dengan taburan bintang-bintang kecil berwarna biru layaknya batu permata. Fantastis.

Gambar ini diambil dengan instrumen baru teleskop Hubble, yakni Wide Field Camera 3 (WFC3). Dengan kemampuan yang dimilikinya, NASA berhasil menangkap gambar secara detail bahkan sampai memperoleh komposisi warna biru solid pada permukaan bintang.

Sekadar diketahui, galaksi berbentuk spiral, yang lebih dikenal dengan sebutan NGC 2841 ini terletak di konstelasi Ursa Major, sekitar 46 juta tahun cahaya dari Bumi.

Bintang Baru Lahir di Galaksi NGC 2841Sebelumnya, jika ingin melihat gambar dengan resolusi lebih besar, Anda bisa mengunjungi link berikut ini.

Jika diamati, cahaya bintang paling terang terpusat di tengah galaksi. Sementara cahaya spiral adalah debu yang menjadi siluet limpahan bintang paruh baya.

Objek samar-samar berwarna merah jambu pada gambar merupakan emisi nebula. Hal ini menandakan bintang tersebut benar-benar baru saja lahir.

Peneliti mengatakan, foto NGC 2841 di atas adalah bagian dari studi baru bagi ilmuwan untuk memahami dan mempelajari pembentukan bintang di alam semesta. Para ilmuwan akan mengamati lingkungan yang berbeda di sekitar galaksi tersebut untuk menjawab beberapa pertanyaan kunci.

"Para astronom tidak mengerti, misalnya, bagaimana sifat pembibitan bintang sehingga variatif sesuai dengan komposisi dan kepadatan gas yang ada. Mereka juga bahkan tidak tahu apa yang memicu pembentukan bintang pertama kali," kata peneliti, yang dikutip VIVAnews dari Space.com, Sabtu 18 Februari 2011.

Saat ini, WCF3 digunakan para astronom untuk mempelajari wilayah pembentukan bintang. Target observasi adalah gugusan (cluster) bintang dan galaksi serta tingkat kelahiran bintang di galaksi aktif. Misalnya, seperti Messier 82 hingga galaksi kurang aktif seperti NGC 2841. (umi)
• VIVAnews